Blandongan; secangkir kopi yang mencerdaskan

Posted: Oktober 20, 2011 in Uncategorized

Tepat di jl. sorowajan baru no. 11 banguntapan bantul, Yogyakarta, sebuah tempat dimana politik, budaya, agama, dan kajian akademik tidak hanya menjadi konsumsi professional namun juga menjadi embun di awal hari, sengat mentari di siang bolong dan cahaya bulan sebelum tidur.

Malam itu, saat pertama kali saya datang ke blandongan sebuah pemandangan yang tidak biasa saya lihat di Jakarta tampak didepan mata, sekumpulan mahasiswa yang dari bajunya pasti adalah pecinta alam sedang berbincang hangat tentang merapi. di sudut lain ada sepasang muda yang dari senyumannya seperti baru saja menyatakan ikrar kebersamaan mereka, dan dari tempat saya berdiri seorang teman melambai dan mengajak saya bergabung bersama mereka.

Duduk tersenyum, dan terlibat perbincangan hebat. Dan di meja ini tentang masa depan keraton jogja.

Di sela perbincangan saya memesan kopi manis khas blandongan -kopi asli nggresik kata teman saya. Sekitar sepuluh menit kopi pesanan saya pun tiba, ya cukup lama karena saat itu blandongan sedang sangat penuh. Padahal saat itu tengah minggu.

Seruput, seperti dalam sebuah film fiksi, kopi itu masuk kedalam tenggorokan lalu kemudian terjun bebas ke lambung dan menjalar melalui pembuluh darah ke syaraf-syaraf hingga sampai ke otak. Otak berdenyut, memerintahkan syaraf untuk mencapai kekuatan kerja maksimal. Tubuh bergejolak,dipaksa berkontemplasi sejenak dan kemudian memuntahkan imajinasi, dan fantasi-fantasi liar dan bebas, pertanyaan dan jawaban muncul pada saat bersamaan. MANTAP! Seruku.

Sesungging senyuman puas muncul dari raut wajah si-teman. Entah apa artinya.

Obrolan pun kami lanjutakan, dari bicara Indonesia episode bung karno hingga bicara wanita dan cara menguasainya.

Kopi manis Ini bukan hanya sekedar segelas kopi, ini adalah kopi hasil manifestasi pemikiran yang mengajak kita untuk sekali lagi meminumnya dan sekali lagi mendapatkan inspirasi.

Bukankah hasil penelitian telah membuktikan bahwa air yang di perlakukan degan baik akan menjadi baik pula kadarnya. Maka kopi yang diracik dengan kekuatan kata-kata dan pikiran tentu akan menjadi sebuah kopi yang nikmat, dan mencerdaskan.

Obrolan pun berlanjut hingga pada hampir tengah malam lampu dimatikan oleh sang pengelola. Tanda bahwa esok harus kembali lagi.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s